Latest Entries »

If I Die Tonight

If I die tonight

 

by Trying to hold on

If I die tonight,
Hold onto these last words
But don’t let them bring you down,
I am saying them to you,
To help you through,
When I am gone.

If I die tonight,
I’d want you to know
How much you’ve meant to me (in this life).
You have always been my rock,
My greatest support, through everything,
I wouldn’t have made it this far without you.

If I die tonight,
I’d want you all to know that I am very thankful
That I got the chance to be a part of this family,
It’s been the best part of my life.

If I die tonight,
I’d hope you’d still live your life to the full,
Knowing that I couldn’t in my life,
So please do it for me.

If I die tonight,
Please know that I will be in a better place
And know that wherever that is I am happy
And please remember I’ll always love you
Because love is the one thing that will never really die.

(Written 2007)

 

Judging

Gambar di atas cukup heboh di twitter. Ada yang bilang kalo itu maling yang ketangkap CCTV di salah satu mall beken di Jakarta Selatan. Sejujurnya, saat pertama kali ngeliat, gw masih bingung. Maling sebelah mananya? Apa yang dimalingin? Itu bukannya tas dia juga? Dia baru beli tas baru? Kali keduan gw liat, baru gw ngeh. Oh, ternyata si cewek ini lagi ngambil sesuatu dari tas yang berada agak jauh dari dia.Emang itu tasnya siapa? bukan tasnya dia?Emang dia ngambil apa? udah pasti dia maling?

Semua berita di twitter itu ngejudge kalo dia adalah “Maling yang tertangkap kamera CCTV”. Apakah mereka sudah dapat berita konfirmasinya? Jangan mentang-mentang itu dari kamera CCTV terus di judge macem-macem. Sejujurnya,sampe saat ini pun gw hanya melihat gambarnya. Belom denger berita aslinya.Padahal,menurut gw ada dua kemungkinan.

1.Anggap saja si wanita yg ada di CCTV tersebut bernama Lala.Dia pergi kesana bersama Lulu termannya.Lala lagi nyobain sepatu sambil duduk di situ.Sementara Lulu yang masih mau liat-liat sepatu (karna lagi DISKON! :p) merasa keberatan bawa-bawa tasnya.Alhasil dia nitipin tasnya ke Lala yang lagi duduk.Tiba-tiba HP yang ada di tasnya Lulu berbunyi.Lala bilang,”Lu,HP lo bunyi nih!”. Lulu menjawab,”Oh ya?tolong ambilin dong di tas gw”. Maka Lala pun ngambilin HPnya Lulu yang ada di dalem tas.Ya seperti tampak di CCTV.Begitulah kira-kira.

2.Kemungkinan kedua… ya gw menunggu konfirmasi berita kalau memang seperti apa yang ‘dituduhkan’ oleh orang-orang di twitter🙂

“Apa yang kalian dengar dan kalian lihat, belum tentu seperti apa yang kalian pikir” Be Positive! Tapi harus tetap waspada yaa😀

My favorite Scene

My favorite scene on my favorite movie🙂

Mufasa : Simba, I’m very disappointed in you!
Simba: I know.
Mufasa: You could have been killed! You deliberately disobeyed me! And what’s worse: you put Nala in danger!
Simba: I was just trying to be brave like you.
Mufasa: I’m only brave when I have to be! Simba, being brave doesn’t mean you go looking for trouble!
Simba: But you’re not scared of anything!
Mufasa: Well, I was today.
Simba: You were?
Mufasa: Yes. I thought I might lose you.
Simba: I guess even kings get scared, huh?
Mufasa: Mmm-hmm.
Simba: But you know what?
Mufasa: What?
Simba: I think those hyenas were even scareder.
Mufasa: [laughs] ‘Cause nobody messes with your dad!
Simba: Dad?
Mufasa: Hmm?
Simba: We’re pals, right?
Mufasa: Right.
Simba: And we’ll always be together, right?
Mufasa: Simba, let me tell you something my father told me. Look at the stars. The great kings of the past are up there, watching over us.
Simba: Really?
Mufasa: Yes. So whenever you feel alone, just remember that those kings will always be there to guide you. And so will I.

Suatu hari saya bermimpi, mimpi buruk sekali

Gw seakan berbicara pada negara.

dan negara seakan berbentuk seorang manusia.

 

dia mencaci maki gw,

rakyat gila yang mengomentari keadaan dia.

dia berbalik mencaci maki gw.

 

dari caci maki negara pada gw,

muncul pertanyaan besar dan cukup banyak…

kenapa? kenapa? kenapa? dan kenapa?

 

 

kenapa negeri ini begitu banyak sarjana berkualitas

tapi tidak juga mengubah negara menjadi berkualitas.

 

kenapa????

mungkin karena terlalu banyak orang yang sudah pinter,

jadi mereka merasa cukup pintar

untuk mengomentari segala sesuatu.

 

mengomentari sistem perekonomian SMI (sekarang pejabat bank dunia)

yang dianggap liberal, kapitalis, dan sebagainya…

 

mengomentari kasus bibit chandra yang dianggap dewa kebenaran

anggodo-lah yang menjadi koruptor dan sampah negara.

 

klo emang ga paham,

kenapa ga diem aja,

ga usah komentar yang macem-macem,

manas-manasin negara aja…

 

klo ngrasa atlit bulu tangkis,

ga usah komentar yang macem-macem

kenapa del piero cuma lari muter-muter ga pernah dapet bola.

 

klo emang ahli ekonomi,

ga usah komentar macem-macem tentang kasus hukum bibit chandra.

 

klo emang ahli genjot becak,

ga usah komentar macem-macem tentang sistem perekonomian indonesia.

 

klo mang ga tau ilmunya subsidi negara,

ga usah langsung mencak-mencak

denger isu pencabutan subsidi premium..

 

klo emang ga pernah nangani krisis ekonomi,

ga usah menyalahkan orang yang berani menangani krisis.

udah berhasil malah disalahkan,

udah diundang malah diwalk out,

udah menyingkir malah ditarik-tarik.

sungguh pintar….

 

 

kenapa kita ga nyontoh orang bodoh aja,,

karena bodoh, dia takut bicara macam-macam

dia cari ilmunya dulu baru berani bilang ini itu.

 

kenapa kita ga nyontoh orang idiot aja,,

yang klo ditanya yang macem-macem

dia cuma melongo,, meta mendelo,, ditambah iler ngeces,,,

karena dia emang ga ngerti sama sekali apa yang diomongin.

 

kenapa kita jadi kya orang-orang pinter aja,

di provokasi dikit, serasa dah punya ilmu seutuhnya,

cuma nonton berita yang kya drama serial,

serasa dah merasakan dan mengalami semua itu.

 

kenapa kita jadi kya orang pintar,,

yang demo menuntut pendidikan murah,

tapi dengan cara membakar kampus dan sekolahnya sendiri.

duit perbaikan gedung emang dari mana???

 

 

masih anggap mereka pintar?

mahasiswa yang selalu mengatasnamakan rakyat??

rakyat yang mana???

 

kami rakyat yang bodoh,,

kami bukan seperti mahasiswa yang pintar!!

pintar membawa senjatake kampus!

pintar membawa narkoba ke kampus!

pintar membawa kondom ke kampus!

 

 

kami rakyat yang bodoh,

tak rela diatasnamakan oleh mahasiswa yang pintar!

kami lebih rela diatasnamakan oleh tukang sapu jalanan.

yang cuma diam klo ditanya sistem perekomian indonesia!

karena memang mereka ga tau dan tidak cukup ilmunya.

 

tapi mereka sangat bijak dengan diamnya itu.

itulah yang dinamakan diam itu emas.

 

so, jadilah mahasiswa yang patut membawa nama rakyat,

jangan seperti mereka,

yang mengaku mahasiswa,

padahal hanya manusia purba yang bertoga.

Disadur dari : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4305121

NB : dari tahun 1998-2011, 12 tahun sejak rezim soeharto turun dan mahasiswa bebas menyuarakan aspirasinya.12 tahun,berapa banyak mahasiswa yg bebas menyuarakan aspirasinya itu yg sudah lulus?ribuan.seharusnya,dari ribuan itu,mereka sudah bisa membawa perubahan buat negeri ini.hasilnya?

Top 10 Favourite Songs

Urutan random (bukan berdasarkan kesukaan) :

1.If only tears could bring you back – Midnight Sons (OST.Pokemon The Movie)
2.Little Wonders – Rob Thomas (OST.Meet the Robinsons)
3.If Ever You’re in My Arms Again – Peabo Bryson
4.Best Friend in the World – David Corey
6.It Was You – Ashley Ballard (OST.Pokemon The Movie)
7.The Greatest Love – Whitney Houston
8.Kisah Cintaku – Chrisye/Peterpan
9.When You Believe – OST.Prince of Egypt version
10.It’s My Life – Bon Jovi

Each songs have their own story.So,what are yours?🙂

Posted with WordPress for BlackBerry.

Lagu-lagu Bermakna

Sebagai anak yang semasa kecilnya hidup di jaman Orba, gw menyukai lagu-lagu yang biasa ditayangin di TVRI saat pergantian acara televisi. Lagu-lagu sederhana yang mengingatkan kita untuk selalu berterima kasih kepada orang-orang ‘kecil’ yang berjasa dalam kehidupan kita.

Jasamu Guru

Kita jadi bisa menulis dan membaca karena siapa
Kita jadi tahu beraneka macam ilmu karena siapa
Kita jadi pintar dibimbing pak guru
kita bisa pandai dibimbing bu guru
Guru bak pelita, penerang dalam gulita
Jasamu tiada tara

Pak Nelayan

Takkan ada ikan gurih di meja makan
Tanpa ada jerih parah nelayan
Daging ikan sumber gizi bermutu tinggi
Diperlukan semua manusia
Tiap malam mengembara di lautan
Ombak badai menghadang dan menerjang
Pak Nelayan tak gentar dalam dharmanya
Demi kita yang membutuhkan pangan

Terima Kasih Pak Tani

Nasi putih terhidang di meja, kita santap tiap hari
Beranekaragam hasil bumi, darimanakah datangnya
Dari sawah dan ladang di desa, pak tani lah penanamnya
Panas terik tak dirasa, hujan badai tak mengapa
Masyarakat butuh bahan pangan
Terimakasih bapak tani, terimakasih ibu tani
Tugas anda sungguh mulia

Hayoo… siapa yang dulu suka nonton TVRI,masih pada inget lagu-lagunya nggak? Ada yang punya link-MP3nya? Gw cuma punya yang lagu Pak Guru… ini linknya Lagu Jasamu Guru Sayangnya dari ketiga lagu tersebut, gw lupa sama sekali nada lagu “Terima Kasih Pak Tani”. Ada yang ingat??😀

#Cerita Kucing 2

Post gw sebelumnya tentang kucing-kucing ‘peliharaan’ gw. Dan kali ini gw mau cerita tentang kucing-kucing ‘klan Mel’ yang bener-bener sah,valid jadi peliharaan gw :p.

1.Melwi.Ini kucing pertama peliharaan gw yang boleh masuk rumah.Itu juga karena nggak sengaja.Jadi ibunya si Melwi beranak di teras belakang rumah gw.Dia melahirkan dua ekor kucing.Yang satu sakit waktu masih bayi dan alhasil dimakan sendiri sama dia (kucing itu kanibal.sadis!).Dan yang satu lagi masih idup (ya iyalah,kalo udah mati ga mungkin gw ceritain tentang si Melwi ini).Sama Ibunya,si Melwi ini disembunyikan sedemikian rupa,sampe kita kirain kalo si anak kucing ini udah dipindahin sama ibunya.Hingga pada suatu hari,tanpa diduga-duga si kucing kecil ini keluar dari tempat persembunyiannya di dalem kardus.Yihaaa… ternyata selama ini dia masih hidup di situ toooh??? langsung gw gendong-gendong deh itu bocahnya.Akhirnya berdasarkan keputusan nyokap gw,itu induknya kucing kecil terpaksa dibuang (karna dia udah hamil lagi,bok!mantap) tapi si kucing kecil boleh dipelihara di rumah.Tapi cuma boleh di teras belakang aja.Kucing ini punya nama Melly (dan belakangan adek gw manggilnya suka pake gaya,akhirnya jadi Melwi).Tapi ya namanya para penggila kucing,itu kucing tetep aja suka kita (gw dan adek-adek gw) bawa masuk rumah.Bahkan masuk kamar.Dan Melwi pun jadi akrab banget sama keluarga gw.Bahkan waktu gw kecelakaan,Melwi dengan setia menunggui gw.Kemana-mana selalu ngikutin gw.Di kamar,di ruang tv,di kamar mandi (dia nunggu di depan pintu.ga sampe masuk.maluw dong eike).Sampe akhirnya gw sembuh,baru deh dia berhenti ngintilin.Melwi akhirnya pergi dari rumah setelah kita ‘mengadopsi’ bayi kucing baru.Mungkin dia iri.Lagian dia juga nggak tahan tinggal di rumah terus-terusan.Dia kucing yang berjiwa petualang.Sekarang (mungkin,semoga) Melwi masih hidup di komplek gw yang dulu.Gw pernah ngeliat dia beberapa kali di komplek.

2.Melvy.Another kitten.Nyokap dan adek gw mengambil Melvy kecil yang masih sangat sangat bayi di taman komplek.Waktu itu dia dan sodara-sodaranya lagi dikejar anjing tetangga gw yang sumpah minta disantet.Akhirnya nyokap gw berhasil menyelamatkan si kucing kecil ini.Melvy (yang ngasih nama adek gw) dibersihkan,dimasukkan dalam dus dan ditaro di teras belakang.Awalnya dia masih takut-takut sama manusia.Tapi lama kelamaan setelah suka kita gendong dan ajak main,dia pun jadi jinak.Awalnya gw ga terlalu suka sama Melvy.Karena sejak ada Melvy,si Melwi jadi suka diabaikan.Melwi juga nggak suka sama Melvy,mereka nggak pernah akrab.Dan hingga pada suatu malam,gw lagi ke dapur.Dan gw ngeliat si Melvy kecil lagi keliaran sambil mengeong di situ.Jalannya masih tertatih-tatih karena kakinya belom cukup kuat menopang tubuhnya.Kebetulan saat itu gw lagi belajar Psikologi Perkembangan Anak.Dan kata dosen gw anak bayi yang ditaro di atas tubuh ibunya akan merasa nyaman karena dia bisa mendengar detak jantung ibunya.Dosen gw sih nggak bilang itu berlaku untuk kucing juga.Tapi berhubung gw punyanya bayi kucing instead of bayi manusia,akhirnya gw bereksperimen dengan si kecil Melvy.Dan bener,begitu dia gw taro di perut gw,gw peluk dengan pergelangan tangan gw,Melvy langsung diem.Tidur.Dan terlihat dia merasa nyamaaaaaaan banget.Sejak moment itulah,gw ngerasa sayaaaaaaang… banget sama Melvy.Melvy suka nemenin gw di kamar ngerjain tugas malem-malem sampe dia ketiduran.Dan subuh-subuh dia bangun terus nyium-nyium muka gw,minta dibukain pintu biar dia bisa keluar kamar untuk buang hajat.Ato kalo dia lagi nggak tidur di kamar gw,pagi-pagi dia udah ngeong-ngeong di depan kamar gw minta masuk kamar.Biasanya nyokap ato adek gw yang bukain pintu.Trus dia nyium-nyium gw sampe gw bangun.Melvy jarang keluar rumah.Karena di luar rumah ada mafia kucing yang galak bener yang suka ngajakin berantem.Makanya,kalo Melvy lagi pengen keluar rumah harus ada yang jagain biar dia nggak dihajar sama si kucing mafia.Melvy mati karena sakit.Kenapa dia sakit?karena dia makan batu.Dodol… Melvy mati di depan kamar gw saat gw lagi nggak di rumah.Sampe sekarang kalo inget Melvy,gw masih suka sedih.Dia kucing yang paling gw sayang di dunia (saat dia masih ada) dan di akhirat perkucingan.

3.Meldy.Another victim of my neighbor’s dog.Sumpah itu anjing bener-bener minta disembeleh.Sama kayak Melvy,Meldy ‘diadopsi’ sama nyokap dan adek gw waktu dia masih kecil.Sodaranya yang betina,diambil sama temennya adek gw.Yep,nyokap gw emang nggak nerima kucing betina karena takut hamil dan beranak.Susye ngurusnya… Gw nggak terlalu akrab sih sama Meldy.Karena waktu itu gw udah punya Melvy.Dan setelah Melvy udah nggak ada,gw punya pengganti Melvy.Tapi Meldy itu sosok kakak kucing yang baik.Setelah Melvy mati,Meldy punya adik-adik baru dan dia sangat sayang sama mereka.Kakinya Meldy pincang,gara-gara dulu waktu kecil dia pernah diterkam sama si kucing mafia.Dan menurut gw,dia kucing yang… humm… autis ato ansos??Silakan diobservasi dan disimpulkan sendiri.Pokoknya sosialisasi dia di dunia perkucingan beda deh sama kucing-kucing pada umumnya… Meldy sekarang masih hidup bahagia di rumah gw bersama adik perempuannya (yang dia taksir tapi ditolak mentah-mentah).

4.Melui.Lui adalah kucing kecil yang gw temui lagi meringkuk di dalam suatu ruangan di Pusat Studi Jepang (PSJ) UI.Makanya gw kasih nama Mel-UI karena dia gw temuin di UI.Atas desakan temen-temen gw,akhirnya gw bawa pulang ini kucing.Kasian,dia udah lemah banget,kayaknya kekurung di dalem ruangan itu.Lui adalah kucing betina.Sebenernya gw agak takut bawa pulang karena nyokap gw kan nggak nerima kucing betina.Tapi akhirnya gw bawa juga dengan maksud ntar kalo udah gede gw biarin aja dia hidup di luar rumah.Lui kucing yang pendiam,ga terlalu lincah.Munkin karena dia masih lemah juga kali ya… Sayangnya Lui ga sempat hidup panjang.Setelah beberapa hari tinggal di rumah gw,dia mati gara-gara dia keluar rumah malem hari tanpa ketauan dan dia diterkam sama mafia kucing…

5.Melky.Dia adalah pengganti Melvy (menurut gw).Melky gw temukan sehari setelah menemukan Lui.Gw menemukan dia (atau DIA menemukan gw?) di parkiran FIB UI. Cerita lengkapnya ada di post gw yang berjudul R.I.P Melky. Iya,Melky udah mati karena dia sakit.

6.Mello.Satu-satunya kucing betina yang secara sadar diizinkan nyokap gw untuk tinggal di rumah.Mello ditemukan nyokap dan adek gw saat nyokap gw lagi ngambil ATM di deket komplek gw.Nggak,keadaannya bukan sekarat abis dikejar anjing.Dia ceria,menggemaskan,dan ngintilin adek gw melulu bahkan sampe ke mobil.Agak mirip Melky waktu baru pertama ditemuin kali ya?? Tapi ternyata first impresion Mello itu palsu sodara-sodara.Sampe di rumah dia jadi kucing yang sombong+galaknya setengah mati.Sampe-sampe gw sama adek gw menjuluki dia Cleopatra.Mentang-mentang cantik,dia sombong banget sama kucing-kucing jantang yang ngegodain dia.Pilih-pilih banget orangnya… eh,kucingnya… Ngeliat Mello layaknya ngeliat ABG beneran.Begitu beranjak remaja,dia suka keliaran malem-malem.Pacaran sama kucing yang ada di sekitaran rumah gw.Awal dia pacaran,dia takut-takut gitu.Pernah waktu itu Mello ditinggal di dalem rumah.Dulu waktu baru pindahan, kucing-kucing gw emang nggak diijinin keluar rumah.Pasti langsung disuruh masuk.Nah,pas ditinggal gitu,ternyata Mello malah kabur ke rumah seberang.Pas nyokap gw balik,begitu mobil mendekati rumah,si Mello langsung ngibrit masuk rumah,takut ketauan nyokap kalo dia baru pergi keluar.Tapi nyokap gw sempet ngeliat si Mello abis pacaran di rumah sebrang.Dasar…Tapi sekarang Mello udah terbuka sama kita.Kalo dia punya pacar suka dibawa kerumah untuk ‘dikenalin’ ke kita.Tapi pacar-pacarnya (iya,jamak.alias banyak!suka ganti-ganti.Semoga dia nggak kena HIV) suka cemburu sama kakak-kakaknya Mello.Mereka suka berantem sama Meldy dan Melky.Walopun Mello suka berganti-ganti pasangan,tapi sampe sekarang dia belom hamil.Yah… padahal kita-kita pada ngarep😦

Selesaaaaii… jadi begitulah kisah dunia perkucingan gw.Nah,ngerti kan maksudnya ‘klan Mel’?? Yep,nama kucing-kucing gw (yang dipelihara di rumah) punya nama Mel–.Nggak tau sih itu kebetulan ato gimana.Yang pasti sejak punya Melwi sama Melvy,akhirnya kita jadi ‘terbiasa’ ngasih nama kucing ada Mel-nya… Sekarang kucing gw yang nyisa tinggal Meldy sama Mello.Gw belom menemukan pengganti Melky lagi.One day,gw pasti akan menemukannya (atau DIA yang menemukan gw?)…

 

Meldy suka menjilati Melky sampe Melky ketiduran🙂

Melwi&Melvy.Akur kalo lagi tidur doang :p

 

 

View full article »

Sudah pernah liat gambar ini? Ayo coba tebak,ada berapa wajah di situ?? *ini termasuk teori Psikologi juga loh…😀

Posted with WordPress for BlackBerry.

#Cerita Kucing 1

bukan,ini bukan kucing-kucing gw.Ini cuma sampel...

1. Gw suka banget sama kucing. Waktu kecil gw alergi bulu kucing sampe kena asma. Tapi seiring berjalannya waktu, tampaknya alergi itu menghilang karena gw udah kebal sama bulu kucing, sanking seringnya gw mainan sama kucing (well, sama halnya waktu kecil gw alergi susu sapi!!! percaya nggak?!).

2. Kucing pertama gw namanya Manis (standar nama kucing di Indonesia lah.Sama standarnya kayak ngasih nama anak cewek Sri :D). Bulunya warna abu-abu gelap. Well,sbenernya bukan ‘bener-bener’ kucing punya gw sih.Dia kucing kecil yang suka mangkal di gang rumah gw.Akhirnya dia gw kasih nama dan menjadikannya hak milik.Padahal dia masuk rumah aja nggak pernah (karena nggak boleh.karena gw alergi bulu kucing.karena kalo alergi gw kumat ntar gw bengek kayak orang keabisan napas).Dan ternyata Manis punya ibu.Kucing abu-abu (yang warnanya lebih terang daripada si Manis) yang anggun.Ibunya gw kasih nama Santi (macam nama hewan di Kebon Binatang.Santi,Sukimin,Marisa… iya,ada gajah namanya Marisa.Percaya deh sama gw).Tapi sayangnya si Manis kucing kecil itu diusir sama pembantunya temen gw,akhirnya dia pergi meninggalkan gang gw,nggak pernah balik lagi.Mungkin dia trauma.Gw masih inget banget siapa nama pembantu itu dan seperti apa mukanya!!!Nyebelin!!!Satu hal yang gw nggak tau sampe sekarang,si Manis ini cewek apa cowok yah? Itu masih misteri.

3.Kucing gw yang kedua adalah kucing betina (valid,karna dia melahirkan) belang tiga namanya Pusi (sekali lagi,standar nama kucing di Indonesia).Sebenernya itu bukan kucing gw sih.Tapi kucing tetangga gw.Dan kucing itu menjadi milik bersama.Gw menjadikannya hak milik karena si Pusi sering main ke rumah dan melahirkan anak-anaknya di rumah gw.Pusi mati karena sakit.Kata tetangga gw,dari idungnya keluar darah.Dia termasuk kucing yang lama hidupnya,karena dia sempet punya cucu…

4.Selanjutnya adalah Reynold.Warnanya hitam ada bercak putih di dadanya.Ternyata pas udah gede dia melahirkan!akhirnya gw ganti namanya jadi Inot (tapi sumpah,untuk ukuran kucing jantan,dia ganteng loh!tapi kenapa melahirkan?!).Gw lupa nasibnya Inot gimana.Mati juga kayaknya deh… (ya iyalah mati,semua makhluk hidup pasti mati).

5.Alex,seekor kucing kecil yang ditemukan sama gw dan temen-temen gw di belakang gedung serbaguna di komplek.Kita menemukan dia ketiban kayu.Akhirnya kita rawat dia sampe sembuh.Belom sembuh betul sih,masih agak lemah.Eh,dia kecebur got yang dalem.Kita nggak bisa nyelametin dia.Akhirnya pas dia jatoh kita nangis-nangis sampe ngejer.Selain karena sedih,kita juga merasa bersalah karena gara-gara kita Alex sampe jatoh ke got.Besoknya kita menemukan Alex udah ngambang jadi mayat di got itu.Trus kita naburin bunga di atas mayatnya.Duh,kalo inget itu jadi sedih lagi deh :’-(

6.Tari,kucing betina anaknya Pusi.Kita melihara dia sejak dia lahir.Warnanya putih-orange.Kita pun menjadi saksi saat dia menjadi ibu untuk pertama kali.Pertama kali abis ngelahirin,dia nggak mau nyusuin anaknya.Sampe harus kita jejelin.Trus anaknya suka ditinggal-tinggal.Emang si Tari itu kucing tomboi.Jadi dia belom ngerasa jadi Ibu.Akhirnya beberapa hari kemudian,dengan usaha gw,adek,dan nyokap gw,naluri keibuan Tari pun muncul.Dia mulai sering ngunjungin anak-anaknya untuk nyusuin.Sampe pada akhirnya dia mindahin anaknya ke kebun rumah gw (tadinya anak-anaknya di taro dus,di teras rumah gw).Eh,anaknya satu mati gara-gara dia tiban.Sampe gepeng gitu anaknya kasian banget.Yang satu lagi akhirnya mati juga.Tapi gw lupa karena apa.Tari akhirnya ngelahirin lagi setelah beberapa bulan kemudian.Uniknya,saat Tari menyusui anak-anaknya,Pusi juga suka dateng untuk ngerawat anak-anaknya Tari.Dia suka nyusuin anak-anaknya Tari juga.Sering kita ngeliat tiga generasi itu lagi ngumpul.Si Tari yang lagi nyusuin anak-anaknya,dan si Pusi yang lagi disusuin Tari.Iya,si Tari walopun udah ibu-ibu bangkotan gitu tetep masih nyusu sama si Pusi!!! Ih,nggak malu apa ya diliat sama anak-anaknya??Tari dan anak-anaknya mati karena ketabrak mobil tetangga gw.Sebelomnya dia udah sakit-sakitan dan setengah buta,karena dia terperangkap beberapa hari di rumah gw yang lagi di renov (waktu itu gw lagi ngungsi untuk sementara).Akhirnya tamatlah keluarga Pusi sejak Tari dan anak-anaknya mati.

7.Glasses.Itu nama kucing, bukan kacamata.Adek gw ngasih nama itu karena disekitaran matanya ada pola kayak kacamata gitu.Itu anak kucing nggak tau dateng dari mana.Tiba-tiba hadir aja gitu di gang rumah gw.Akhirnya dia kita rawat.Dan kebetulan saat itu si Tari lagi punya anak juga.Awalnya dia nggak suka sama si Glasses.Pusi yang justru berbaik hati sama Glasses.Kita pun suka naro Glasses barengan sama anak-anaknya Tari.Dia terlihat seperti sosok kakak diantara anak-anaknya Tari.Akhirnya mungkin Tari luluh kali ya?! Dia pun bisa nerima Glasses,dan Glasses suka nyusu sama Tari juga akhirnya… Glasses nggak sempet tumbuh besar.Kita cuma sempet ngurus dia beberapa bulan sampe akhirnya dia mati karena sakit.

Well, itu adalah kucing-kucing yang (sebagian besar,kecuali Alex) suka mangkal di gang rumah gw dan gw menjadikannya sebagai ‘hak milik’.Kucing-kucing itu suka gw gendong-gendong, gw bawa masuk ke rumah diem-diem (karena sama nyokap gw nggak boleh bawa kucing masuk.karena gw dan adek gw alergi bulu kucing.karena kalo kena bulu kucing kita bisa bengek kayak orang keabisan napas), gw kasih makan, gw kasih susu… Dan mereka kucing yang cukup setia sama kita (baca:gw dan orang-orang yang merawatnya). Dulu gw pengen banget punya kucing yang bisa masuk ke rumah.Tapi apa daya… selalu nggak diijinin nyokap gw. Dan pada akhirnya… saat itu tiba… saat secara tidak sengaja ada anak kucing yang ditinggalkan ibunya di rumah gw.Dan dimulailah ‘klan’ Mel di rumah gw.Maksudnya apa? to be continued…

Akhirnyaaa… setelah telat 10 bulan, hari ini gw memperpanjang SIM juga… perlu dirayakan nih!huehehehe… alasan kenapa baru sekarang gw bisa memperpanjang SIM, karena waktu itu gw abis pindahan rumah dan KTP gw masih KTP rumah lama. Jadinya terpaksa deh ngurusin KTP dulu. Setelah KTP gw selesai minggu lalu, akhirnya hari ini gw pun baru sempet untuk memperpanjang SIM.

Sebelom memperpanjang SIM, gw cari-cari info dulu. Tadinya gw udah niat banget untuk memperpanjang SIM di petugas SIM keliling yang biasa mangkal di Ragunan atau Kalibata. Tapi setelah gw tanya sama temen gw si Ayu, ternyata dia bilang kalo KTP kita Tangerang, kita nggak bisa memperpanjang SIM di SIM keliling (Simling) yang beroperasi di DKI. Huh, padahal SIM gw kan keluaran Satpas Daan Mogot. Ayu sendiri akhirnya memperpanjang SIM di Polres Jakarta Selatan, di Wijaya dengan biaya Rp 240.000,-. Itupun dia bilang sebenernya nggak bisa kalo kita pake KTP Tangerang.Tapi karena dia pake ‘orang dalem’ dengan mengeluarkan biaya yang lumayan, akhirnya bisa deh!

Setelah browsing sana-sini, akhirnya gw mendapat kesimpulan. Kalau SIM kita dikeluarkan oleh Satpas Daan Mogot, kita harus memperpanjang SIM di tempat tersebut atau di layanan Simling DKI. Well, itu berlaku walaupun KTP yang kita punya adalah KTP Tangerang. Tapi kalau SIM kita dikeluarkan Satpas Tangerang, ya kita harus memperpanjang di Tangerang juga atau di Simling Tangerang. Tapi belakangan, kalau KTP kita Tangerang, walaupun SIM kita keluaran Daan Mogot, tetep aja nggak bisa diperpanjang di Simling DKI. Mungkin karena udah kepenuhan kali ya? Sebenernya ada yang bilang bisa, ada yang bilang nggak bisa. Yah, akhirnya karena nggak pasti, gw pun memutuskan untuk pergi aja ke Satpas Daan Mogot. Sekalian sama adek gw yang mau ngurus kehilangan SIM.

Jadi, gw pun berangkat ke sana tadi pagi. Sampai di sana kita disuruh ke Pujasera (kayak kantin gitu) dulu untuk tes kesehatan dengan biaya Rp 20.000,-. Tes kesehatannya Cuma tes mata aja disuruh baca gitu. Nggak nyampe semenit (tergantung kecepatan membaca sih :p). Oiya,disini jangan lupa siapkan KTP dan SIM asli untuk ditunjukkan kepada petugas. Abis dari Pujasera, baru deh kita ke gedung utama. Sampai disana, kita disuruh bayar SIM ke Bank BRI dengan biaya Rp 80.000,-. Setelah bayar SIM, kita disuruh ke loket asuransi untuk bikin kartu asuransi, termasuk asuransinya (ya iya lah yaa.. masa kartunya doang?!) untuk lima tahun ke depan. Biayanya Rp 30.000,- Setelah urusan bayar-membayar selesai, kita harus minta formulir yang isinya data diri untuk SIM di loket lainnya sambil menyerahkan fotokopi KTP. Formulirnya gratis. Tapi pake embel-embel “sumbangan PMI seikhlasnya”. Gw kasih aja Rp 2000,-.

Setelah ngisi formulir, gw nemenin adek gw dulu ke ruang Arsdok (Arsip Dokumentasi) di lantai dua untuk ngurus kehilangan SIM. Disana adek gw dimintain surat keterangan kehilangan dari kepolisian (yang udah disiapin adek gw dari rumah) sama fotokopi KTP. Kita disuruh menunggu sebentar sementara petugas mengecek data-data adek gw di komputer (cek ‘n ricek, bener ga tuh adek gw pernah bikin SIM di situ). Kira-kira nunggu 5 menitan (sambil ngambil aqua gelas dingin dan permen GRATIS di ruang tunggu), adek gw dipanggil dan dibilang datanya cocok. Biaya arsdok-nya Rp 30.000,-. Urusan kehilangan selesai, kita kembali ke loket. Gw ke loket 21 “Perpanjangan SIM A” adek gw ke loket 18 “Kehilangan/Mutasi”. Di loket tersebut, kita ngasih formulir yang tadi diisi dan data-datanya dicek kembali sama petugasnya. Kita juga disuruh melampirkan SIM lama kita yang udah expired (bye…bye SIM pertamaku :p). Setelah selesai, tak lupa disuruh bayar lagi, Rp 50.000,-. Tapi adek gw Cuma disuruh bayar Rp 30.000,-

Setelah itu kita disuruh masuk ke ruangan untuk foto, cap ibu jari dan tanda tangan. Thanks god, kali ini GRATIS! Dan ngantrinya juga Cuma sebentar, kebetulan lagi ga terlalu rame. Kira-kira nggak sampe 10 menit lah! Setelah foto, kita disuruh nunggu di ruang tunggu pengambilan SIM. Nunggu sekitar 20 menit, nama gw pun dipanggil dan gw ngantri untuk pengambilan SIM. Dan Voila! Gw sudah mendapatkan SIM baru gw! Oiya, pas ngambil, bayar lagi Rp 5.000,-. Setelah selesai ngambil SIM, gw kembali ke loket asuransi untuk ngambil kartu asuransi. Yeay, selesai sudah… tapi bagi kalian yang mau ngelaminating SIM-nya pake antigores, bisa kok di sana. Biayanya Rp 5000,-. Berhubung ini Cuma SIM ye, bukan HP, jadinya gw agak males ya SIM gw dipakein antigores…

Begitulah… jadi total biaya yang gw keluarkan untuk memperpanjang SIM tanpa Calo di Daan Mogot sebesar Rp 185.000,- (exclude sumbangan PMI Rp 2000,-). Sedangkan biaya untuk mengurus kehilangan SIM (adek gw) sebesar Rp 195.000,- (Cuma beda Rp 10.000,-!!). Dan waktu yang dibutuhkan kurang lebih satu jam (itu udah termasuk ngurus kehilangan SIM adek gw). Gw nggak tau ya itu SIM gw yang telat 10 bulan kena denda ato nggak. Nggak dibilangin sih sama petugasnya. Tapi katanya Ayu kalo di Polres itu kena denda, sebulan Rp 10.000,-.Masa iya beda tempat beda aturan? Nggak taulah… Sooo… emang harganya beda sih ya sama Simling. Berdasarkan browsing-browsing itu sih di Simling paling Cuma kena sekitar Rp 125.000,-. Buset, bisa beda 50rebu!!!! Iyalah, di Daan Mogot banyak banget loket yang harus didatengin. Dan nyaris di tiap loket kita disuruh bayar!! Sumpret!

So, ada yang mau ngurus perpanjang SIM di Daan Mogot? Semoga info ini bisa membantu🙂