Have I told you about my ‘sahabat luar angkasa’ ? So here’s one of our story. The event, when we’ve realized for the first time, that we’re have each other…

We have a friend in need, and we’re not going to rest until he’s safe. – Buzz Lightyear (Toy Story 2)

Aaahh… ternyata sangat sulit menulis mengenai pengalaman berkesan. Sebenarnya saya sudah menulis pengalaman itu sebanyak 3 halaman dan belum selesai pula karena ternyata sulit untuk menyelesaikannya. Yah, yang sudah saya tulis itu adalah pengalaman saya yang paling berkesan saat saya menjadi Project Officer Bedah Kampus UI. Akan tetapi saya tidak mampu menyelesaikannya. Terlalu panjang! Dan saya tidak mampu merangkumnya menjadi cerita yang lebih pendek. Jadi pengalaman yang akan saya tulis disini adalah pengalaman berkesan yang kedua atau yang ketiga J

 

Pengalaman yang akan saya tulis disini adalah pengalaman yang lucu. Ini terjadi sekitar bulan Juni tahun lalu. Saat itu saya sedang mengikuti acara Pembubaran Panitia Bedah Kampus UI 2008. Acara itu dilangsungkan di sebuah vila di puncak dan diadakan selama 2 hari 1 malam. Acara ini berlangsung sangat meriah walaupun hanya dihadiri oleh sekitar 50 orang. Padahal panitia Bedah Kampus sesungguhnya berjumlah sekitar 200 orang. Namun kami  sangat menikmati hiburan dan disajikan. Pada malam hari, saya dan 3 orang teman bermain kartu UNO (sounds familiar?!mainan kita selama di Pundong itu,loh.. ;P ) hingga pagi hari. Ketika kami sudah mengantuk, kami pun mencari space untuk tidur. Sayangnya tidak tersedia tempat untuk kami. Akhirnya, kami pun tidur di mobil. Bayangkan saja, dini hari di puncak dan kami tidur di mobil yang diparkir di halaman! Tidak usah membayangkan dinginnya seperti apa. Karena itu sangaaaaaattt dinggggiiiiiinnn…

 

Dimana bagian lucunya? Nanti dulu, sebentar lagi saya akan mencapai bagian itu. Keesokan harinya, kami semua akan bersiap untuk pulang. Tetapi sebelum pulang, tidak lupa kami semua foto-foto bersama. Dan setelah foto-foto… tibalah acara puncak itu! Yah, memang sudah tradisi kalau di setiap acara pembubaran panitia Bedah Kampus, maka para ‘petinggi-petinggi’ panitia dalam hal ini PO, Sekum, dan Ketua-ketua Bidang (Kabid) akan diceburkan ke kolam berenang! Makanya, selalu dipilih tempat yang ada kolam berenangnya untuk acara pembubaran panitia ini. Saya yang saat Bedah Kampus itu menjabat sebagai Sekretaris Umum (Sekum) sudah pasti menjadi salah satu targetnya. Setelah PO berhasil diceburkan, akhirnya tibalah giliran saya. Saya ditarik menuju kolam berenang. Begitu tiba di tepi kolam, tangan saya dipegangi dan kaki saya diangkat.  Setelah itu saya diayun-ayunkan. Dan setelah itu saya dilempar ke kolam dan BYURRRRR… Saya pun tercebur dengan sukses. Hah, saya hampir ‘kelelep’. Untung saja saya bisa berenang…

 

Lucu?!? Bellloooommm… bukan itu bagian yang lucunya. Oke, ini dia…

Setelah saya diceburkan, orang-orang yang lain berlarian mencari para Kabid sebagai korban selanjutnya. Sebenarnya saya sudah ‘janjian’ dengan salah satu Kabid, yang juga perempuan, kalau nanti saya diceburkan dia juga harus mau diceburin juga. Ternyata setelah saya mengorbankan diri, eh, dia malah ngilang, ngumpet di kamar. Huh, dasar MT! Alhasil saat itu dia tidak jadi diceburin deh!

 

Setelah acara cebur-ceburan selesai yang memakan korban sekitar 5 orang itu, kami semua pun bersiap untuk pulang. Bis yang akan mengangkut kami sudah siap di halaman vila. Saya dan beberapa teman (termasuk PO dan si Kabid) masih tinggal di vila, karena kami pulang sendiri dengan mengendarai mobil dan berencana untuk pulang lebih sore. Setelah bis meninggalkan vila, akhirnya si Kabid itu memunculkan diri. Tanpa babibu lagi, teman-teman saya termasuk saya (yang menjadi korban penceburan) yang masih ada di vila langsung mengepung si Kabid dan menyeretnya ke tepi kolam. Si Kabid meronta-ronta dan mengatakan ia tidak bisa berenang. Tetapi kami tidak menggubrisnya. Harus adil dong, masa kita semua diceburin tapi dia nggak…

 

Dan akhirnya…1…2…3… BYUUURRR…Kabid dengan sukses dilempar ke kolam bernang yang dalamnya kurang lebih 2meter itu. Kami semua tertawa puas, karena akhirnya Kabid berhasil diceburkan. Tetapi setelah itu… hening… kami melihat Kabid sedang berusaha untuk berenang ke permukaan. Akhirnya kami menyadari apa yang terjadi : Kabid tenggelam! Ternyata benar ia tidak bisa berenang! Dengan sigap PO pun langsung terjun ke kolam untuk menolong Kabid. Beberapa detik kemudian… kenapa si PO kepalanya juga tak tampak? Kami pun menyadari lagi… PO juga tenggelam! Mereka berdua tenggelam di tengah kolam. Kami semua tidak tahu apa yang harus dilakukan. Saat itu di pinggir kolam hanya terdapat 3 orang perempuan (termasuk saya) yang benar-benar tidak tahu haru berbuat apa dan satu orang laki-laki yang dengan sepenuh hati berteriak histeris, “Gue nggak bisa berenang… gue nggak bisa berenang…”

 

Akhirnya karena tidak ada yang bisa menolong mereka, tanpa pikir panjang lagi, saya pun langsung terjun ke kolam untuk menolong mereka. Dan akhirnya… mereka pun berhasil diselamatkan!I’m a herooooo… =P jadi begitulah ceritanya… kisah tentang orang yang tenggelam, lalu hendak diselamatkan dan ternyata si penyelamat juga tidak mampu menyelamatkan dan malah tenggelam juga, dan harus diselamatkan lagi oleh yang lainnya… cerita yang aneh… tapi ini nyata!

 

Lucu?! Yah… memang cerita yang lucu. Tapi bagi saya, ini adalah pengalaman yang bermakna… kenapa? Karena saya sudah menjadi hero? Bukan… tetapi karena saya sudah menyelamatkan mereka… karena saya sudah menyelamatkan teman-teman saya. Yah, sejak bergabung di Bedah Kampus, saya merasa bahwa saya, si Kabid dan PO memang berteman cukup akrab. Kami sering pergi bersama, nonton bareng, bergosip bareng dan ‘kabur’ ke Bandung hanya bertiga. Ya… mereka adalah salah satu, eh bukan, salah dua teman terbaik saya.

 

Kejadian ‘penyelamatan’ itu merupakan peristiwa yang berarti dan cukup emosional bagi saya. Saat itu, setelah kami keluar dari kolam bernang, kami bertiga duduk di halaman untuk mengeringkan baju dan menceritakan perasaan kami masing-masing saat berada ditengah kolam itu sambil tertawa-tawa. Setelah itu kami terdiam. Entah apa yang ada di benak mereka. Namun saat itu saya hal yang berputar di benak saya hanyalah ‘saya baru menyelamatkan teman saya…saya baru menyelamatkan teman saya…’ Dan saya berpikir bahwa… kami semua sudah terlibat dalam situasi dimana nyawa teman kami berada dalam bahaya dan yang bisa kami lakukan adalah menyelamatkannya dengan sekuat tenaga. Kenapa harus PO yang menyelamatkan Kabid, dan kenapa harus saya yang menyelamatkan mereka? Padahal masih ada orang lain di situ…

 

Belakangan saya berpikir, mengapa saya tergerak untuk terjun ke kolam dan menyelamatkan mereka, padahal sayapun takut untuk berenang di kolam yang dalam…bukan karena saya ingin menjadi pahlawan dan bukan karena kewajiban saya untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan. Tapi karena mereka adalah sahabat-sahabat saya dan saya tidak mau kehilangan mereka karena peristiwa konyol ini…

 

Setelah peristiwa itu, saya merasa bahwa kami makin kompak. Yah, saya sendiri merasa bahwa itu adalah pengalaman paling bermakna bagi kami. Pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. Saya hampir kehilangan sahabat-sahabat saya dan saya tidak ingin hal itu terjadi lagi…Aah…Betapa bahagianya saya karena masih memiliki mereka…

*You’re one of the best,Mel…makanya belajar berenang =D

**Nama tokoh yang ada di sini sengaja disamarkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan =P