Akhirnyaaa… setelah telat 10 bulan, hari ini gw memperpanjang SIM juga… perlu dirayakan nih!huehehehe… alasan kenapa baru sekarang gw bisa memperpanjang SIM, karena waktu itu gw abis pindahan rumah dan KTP gw masih KTP rumah lama. Jadinya terpaksa deh ngurusin KTP dulu. Setelah KTP gw selesai minggu lalu, akhirnya hari ini gw pun baru sempet untuk memperpanjang SIM.

Sebelom memperpanjang SIM, gw cari-cari info dulu. Tadinya gw udah niat banget untuk memperpanjang SIM di petugas SIM keliling yang biasa mangkal di Ragunan atau Kalibata. Tapi setelah gw tanya sama temen gw si Ayu, ternyata dia bilang kalo KTP kita Tangerang, kita nggak bisa memperpanjang SIM di SIM keliling (Simling) yang beroperasi di DKI. Huh, padahal SIM gw kan keluaran Satpas Daan Mogot. Ayu sendiri akhirnya memperpanjang SIM di Polres Jakarta Selatan, di Wijaya dengan biaya Rp 240.000,-. Itupun dia bilang sebenernya nggak bisa kalo kita pake KTP Tangerang.Tapi karena dia pake ‘orang dalem’ dengan mengeluarkan biaya yang lumayan, akhirnya bisa deh!

Setelah browsing sana-sini, akhirnya gw mendapat kesimpulan. Kalau SIM kita dikeluarkan oleh Satpas Daan Mogot, kita harus memperpanjang SIM di tempat tersebut atau di layanan Simling DKI. Well, itu berlaku walaupun KTP yang kita punya adalah KTP Tangerang. Tapi kalau SIM kita dikeluarkan Satpas Tangerang, ya kita harus memperpanjang di Tangerang juga atau di Simling Tangerang. Tapi belakangan, kalau KTP kita Tangerang, walaupun SIM kita keluaran Daan Mogot, tetep aja nggak bisa diperpanjang di Simling DKI. Mungkin karena udah kepenuhan kali ya? Sebenernya ada yang bilang bisa, ada yang bilang nggak bisa. Yah, akhirnya karena nggak pasti, gw pun memutuskan untuk pergi aja ke Satpas Daan Mogot. Sekalian sama adek gw yang mau ngurus kehilangan SIM.

Jadi, gw pun berangkat ke sana tadi pagi. Sampai di sana kita disuruh ke Pujasera (kayak kantin gitu) dulu untuk tes kesehatan dengan biaya Rp 20.000,-. Tes kesehatannya Cuma tes mata aja disuruh baca gitu. Nggak nyampe semenit (tergantung kecepatan membaca sih :p). Oiya,disini jangan lupa siapkan KTP dan SIM asli untuk ditunjukkan kepada petugas. Abis dari Pujasera, baru deh kita ke gedung utama. Sampai disana, kita disuruh bayar SIM ke Bank BRI dengan biaya Rp 80.000,-. Setelah bayar SIM, kita disuruh ke loket asuransi untuk bikin kartu asuransi, termasuk asuransinya (ya iya lah yaa.. masa kartunya doang?!) untuk lima tahun ke depan. Biayanya Rp 30.000,- Setelah urusan bayar-membayar selesai, kita harus minta formulir yang isinya data diri untuk SIM di loket lainnya sambil menyerahkan fotokopi KTP. Formulirnya gratis. Tapi pake embel-embel “sumbangan PMI seikhlasnya”. Gw kasih aja Rp 2000,-.

Setelah ngisi formulir, gw nemenin adek gw dulu ke ruang Arsdok (Arsip Dokumentasi) di lantai dua untuk ngurus kehilangan SIM. Disana adek gw dimintain surat keterangan kehilangan dari kepolisian (yang udah disiapin adek gw dari rumah) sama fotokopi KTP. Kita disuruh menunggu sebentar sementara petugas mengecek data-data adek gw di komputer (cek ‘n ricek, bener ga tuh adek gw pernah bikin SIM di situ). Kira-kira nunggu 5 menitan (sambil ngambil aqua gelas dingin dan permen GRATIS di ruang tunggu), adek gw dipanggil dan dibilang datanya cocok. Biaya arsdok-nya Rp 30.000,-. Urusan kehilangan selesai, kita kembali ke loket. Gw ke loket 21 “Perpanjangan SIM A” adek gw ke loket 18 “Kehilangan/Mutasi”. Di loket tersebut, kita ngasih formulir yang tadi diisi dan data-datanya dicek kembali sama petugasnya. Kita juga disuruh melampirkan SIM lama kita yang udah expired (bye…bye SIM pertamaku :p). Setelah selesai, tak lupa disuruh bayar lagi, Rp 50.000,-. Tapi adek gw Cuma disuruh bayar Rp 30.000,-

Setelah itu kita disuruh masuk ke ruangan untuk foto, cap ibu jari dan tanda tangan. Thanks god, kali ini GRATIS! Dan ngantrinya juga Cuma sebentar, kebetulan lagi ga terlalu rame. Kira-kira nggak sampe 10 menit lah! Setelah foto, kita disuruh nunggu di ruang tunggu pengambilan SIM. Nunggu sekitar 20 menit, nama gw pun dipanggil dan gw ngantri untuk pengambilan SIM. Dan Voila! Gw sudah mendapatkan SIM baru gw! Oiya, pas ngambil, bayar lagi Rp 5.000,-. Setelah selesai ngambil SIM, gw kembali ke loket asuransi untuk ngambil kartu asuransi. Yeay, selesai sudah… tapi bagi kalian yang mau ngelaminating SIM-nya pake antigores, bisa kok di sana. Biayanya Rp 5000,-. Berhubung ini Cuma SIM ye, bukan HP, jadinya gw agak males ya SIM gw dipakein antigores…

Begitulah… jadi total biaya yang gw keluarkan untuk memperpanjang SIM tanpa Calo di Daan Mogot sebesar Rp 185.000,- (exclude sumbangan PMI Rp 2000,-). Sedangkan biaya untuk mengurus kehilangan SIM (adek gw) sebesar Rp 195.000,- (Cuma beda Rp 10.000,-!!). Dan waktu yang dibutuhkan kurang lebih satu jam (itu udah termasuk ngurus kehilangan SIM adek gw). Gw nggak tau ya itu SIM gw yang telat 10 bulan kena denda ato nggak. Nggak dibilangin sih sama petugasnya. Tapi katanya Ayu kalo di Polres itu kena denda, sebulan Rp 10.000,-.Masa iya beda tempat beda aturan? Nggak taulah… Sooo… emang harganya beda sih ya sama Simling. Berdasarkan browsing-browsing itu sih di Simling paling Cuma kena sekitar Rp 125.000,-. Buset, bisa beda 50rebu!!!! Iyalah, di Daan Mogot banyak banget loket yang harus didatengin. Dan nyaris di tiap loket kita disuruh bayar!! Sumpret!

So, ada yang mau ngurus perpanjang SIM di Daan Mogot? Semoga info ini bisa membantu🙂